Pakar nilai politik bebas aktif selamatkan RI dari masalah global

Pakar nilai politik bebas aktif selamatkan RI dari masalah global

Pakar hubungan internasional dan studi Timur Tengah Dr. Muslim Imran menilai pendekatan politik bebas aktif yang dilakukan Indonesia sudah tepat dan telah menyelamatkan Indonesia dari berbagai permasalahan global.

“Indonesia telah mempertahankan kebijakan luar negeri aktif terbaik selama beberapa dekade, dan ini telah menyelamatkan Indonesia dari banyak masalah global,” kata Imran, yang menjabat sebagai Direktur Asia Middle East Center for Research and Dialogue (AMEC), dalam Seminar Nasional BRICS yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Imran mengaku senang Indonesia dapat terus membina hubungan yang lebih baik dengan mitra dari negara-negara berkembang.

Namun, menurut dia, menjauhi konflik regional dan internasional telah memberikan manfaat positif bagi Indonesia.

Untuk itu, dia menyarankan Indonesia untuk terus melakukan pendekatan politik bebas aktif tersebut, dan pendekatan lindung nilai atau “hedging“.

“Lindung nilai artinya kita tidak harus berpihak pada satu pihak tertentu yang berseberangan. Tetapi, kita sebenarnya bisa berteman dengan kedua belah pihak,” katanya.

Hal itu disebutnya sudah sering ditunjukkan oleh Presiden Prabowo dalam banyak pidatonya, tentang bagaimana Indonesia berusaha berteman dengan negara manapun.

Menjalin hubungan baik dengan China, Rusia serta negara-negara anggota BRICS lain, di mana Indonesia terdaftar sebagai anggotanya, merupakan tindakan yang penting guna memperluas bidang kerja sama.

Namun, itu tidak berarti bahwa Indonesia harus berselisih dengan negara adikuasa tradisional lainnya, khususnya negara adikuasa Barat.

Menurut Imran, pendekatan politik bebas aktif tersebut juga mencerminkan budaya dan sejarah Indonesia sendiri secara internal, di mana semboyan Bhineka Tunggal Ika menunjukkan kerukunan di antara masyarakat Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya.

Selain itu, Indonesia juga dinilai mampu melakukan pendekatan semacam itu karena Indonesia berada di tengah kawasan Asia-Pasifik, di mana saat ini terdapat persaingan yang nyata antara dua negara adidaya utama, yaitu China dan AS.

“Keduanya bersaing, sehingga Indonesia dapat terus melakukan lindung nilai di sana dan di sini,” demikian katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*