Waketum Projo Diperiksa Polda Metro Terkait Ijazah Palsu Jokowi Hari Ini

Waketum Projo Diperiksa Polda Metro Terkait Ijazah Palsu Jokowi Hari Ini

Wakil Ketua Umum (Waketum) relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik

Wakil Ketua Umum (Waketum) relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, mendatangi Polda Metro Jaya. Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saya hari ini dipanggil sebagai saksi atas laporan Pak Jokowi. Tapi yang saya lihat, panggilan yang sekarang ini perkaranya sudah disatukan semua. LP-nya sudah disatukan dengan laporan lainnya, penghasutan dan pencemaran nama baik,” kata Freddy kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (17/7/2025).

Freddy yakin akan ada tersangka karena kasusnya sudah tahap penyidikan.

“Iya, ini udah proses penyidikan. Nanti nggak berapa lama, sesuai mekanisme, sesuai proses, harusnya akan ditentukan tersangka. Saya yakin tidak terlalu lama lah,” ujar dia.

Naik Penyidikan
Sebelumnya, laporan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat ini sudah naik ke tahap penyidikan. Total ada 4 laporan lainnya yang saat ini statusnya juga sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Jadi saat ini yang tahap penyidikan adalah empat laporan polisi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan, Jumat, 11 Juli 2025.

Ade Ary menuturkan, keputusan tersebut diambil setelah penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara terhadap 6 laporan polisi yang diterima. Gelar perkara dilakukan pada Kamis kemarin.

slot88 online

Motif Penusukan Brutal di Trotoar Tanah Abang Terkuak, Ini Penjelasan Polisi

Motif Penusukan Brutal di Trotoar Tanah Abang Terkuak, Ini Penjelasan Polisi

Ilustrasi pembunuhan

 Motif kasus penusukan brutal di trotoar Jembatan Tinggi, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), terkuak. Peristiwa itu dilandasi unsur sakit hati dan dendam.

Terduga pelaku, Mika Febrianto (26) nekat menusuk secara brutal Muhammad Raihan (21). Sebenarnya, pelaku dan korban saling berteman. Tersangka tega melakukan hal keji itu karena sakit hati mendapat perundungan dari korban.

“Motif pelaku adalah dendam karena korban mem-bully tersangka. Tersangka lalu menusuk korban dengan pisau ke bagian punggung,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Kamis (17/7/2025).

Korban mem-bully pelaku karena telah menusuk kaki teman mereka bernama Niko dari arah belakang. Tak terima di-bully, pelaku lantas menyerang korban.

Dalam penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi korban. “Barang bukti yang disita yaitu sebilah pisau, satu kaus hitam, dan celana pendek milik pelaku,” katanya.

https://christianseifert.net

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Duren Sawit Jaktim, 14 Unit Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Duren Sawit Jaktim, 14 Unit Damkar Diterjunkan

Ilustrasi kebakaran

Rumah warga di permukiman padat Jalan Cipinang Muara III, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur terbakar.  Sebanyak 14 unit dan 60 personel pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi.

“Objek rumah tinggal, jenis bangunan rendah,” demikian keterangan yang disampaikan Command Center Gulkarmat Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Damkar menerima informasi kebakaran sekira pukul 15.06 WIB. Lima menit berselang, petugas yang sudah datang ke lokasi langsung memulai proses pemadaman.

Situasi terkini proses pemadaman (merah),” ujar dia.

Belum diketahui penyebab, kronologi hingga ada atau tidaknya korban akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Diperpanjang, 17 Orang Masih Hilang

Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Diperpanjang, 17 Orang Masih Hilang

KMP Tunu Pratama Jaya

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 18 korban tewas dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Namun, masih ada 17 orang yang dinyatakan hilang.

“Dari 18 korban yang ditemukan, tiga masih proses DVI dari Polda Jawa Timur. Semoga dalam waktu dekat bisa teridentifikasi. Namun karena prosesnya memerlukan data pembanding, maka memerlukan waktu yang lumayan, tapi data pembanding sudah dilakukan,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (14/7/2025).

Eko menyampaikan, operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan tetap akan dilanjutkan dengan melibatkan kekuatan kewilayahan. Pencarian lanjutan akan dilakukan Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, TNI-Polri, BMKG, serta jajaran pemerintah daerah. Dalam masa perpanjangan pencarian selama tujuh hari ke depan, sinergi antarinstansi akan tetap dijaga

“Apabila selama perpanjangan tujuh hari ke depan, dengan pertimbangan-pertimbangan lainnya, kita akan selalu bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Eko menambahkan, mengingat masih adanya korban yang belum ditemukan, operasi SAR akan terus disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kepentingan investigasi dan keselamatan pelayaran, kegiatan salvage juga akan dilakukan secara simultan oleh pihak terkait sesuai peraturan yang berlaku.

“Demikian, semoga hal ini memberikan ketenangan kepada keluarga dan rekan yang belum diketemukan serta kejelasan informasi kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dalam kurun waktu ke depan,” pungkasnya.

Dimulai Besok, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Selama 14 Hari

Dimulai Besok, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Selama 14 Hari

Ilustrasi Operasi Patuh

 Korlantas Polri bakal menggelar Operasi Patuh pada 14–27 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh Direktorat Lalu Lintas di setiap wilayah.

“Operasi Patuh ini sendiri bertujuan untuk menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas pasca pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang sudah dicanangkan di tanggal 19 September oleh 5 pilar keselamatan,” ujar Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin dari video yang diunggah akun Instagram @korlantaspolri.ntmc, Minggu (13/7/2025).

“Jadi kegiatan-kegiatan itu kita laksanakan secara simultan dan secara serentak selama 14 hari dan tujuannya adalah untuk memberikan edukasi sekaligus mewujudkan masyarakat yang patuh dan tertib,” sambungnya.

Ia menjelaskan kegiatan Operasi Patuh akan dilaksanakan bersifat preemtif, preventif, dan ada yang sifatnya penegakan hukum. Kegiatan preemtif, kata dia, berupa edukasi kepada pengendara soal ketertiban lalu lintas.

“Kegiatan preemtif atau kegiatan edukasi berupa tatap muka antara lain dengan komunitas baik itu komunitas roda dua, roda empat, kemudian juga mengadakan mungkin ngopi bareng, kumpul bareng dengan para pengemudi untuk mengetahui permasalahan-permasalahan sekaligus memberikan imbauan dan edukasi terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas,” sambungnya.

Sementara kegiatan penegakan hukum akan memfokuskan pada pelanggaran yang berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Seperti melawan arus, tidak pakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, mengemudi di bawah umur, dan lain-lain,” ucapnya.

Tren Koruptor Menutup Wajah Bukti Tersangka Malu yang Luar Biasa

Tren Koruptor Menutup Wajah Bukti Tersangka Malu yang Luar Biasa

Tren koruptor menutup wajah menghindari sorot media

Tren tersangka korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berupaya menutupi wajah kini menjadi sorotan. Para tersangka menggunakan aksesori berupa masker hingga topi agar menyamarkan wajah mereka.

Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito, menilai adanya tren tersebut menandakan adanya rasa malu bagi pihak yang menyandang status tersangka di lembaga antirasuah.

“Ini menunjukkan bahwa tersangka KPK memiliki rasa malu yang luar biasa sehingga berupaya menutupi wajahnya dengan berbagai cara,” kata Lakso melalui keterangan tertulisnya yang dikutip Minggu (13/7/2025).

“Ini adalah salah satu hal yang menunjukkan bahwa cap sebagai tersangka korupsi merupakan sesuatu yang memalukan dan sebenarnya efek ini harus dipertahankan,” sambungnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang membahas aturan terkait tersangka yang berupaya menutupi wajahnya dengan masker. Aturan tersebut dibahas secara internal.

“Terkait hal ini, sedang kami bahas di internal untuk mekanisme tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, melalui keterangannya, Jumat 11 Juli 2025.

Viral! 2 Preman Kampung Ngamuk Tak Diberi Miras, Rusak Kios hingga Lempar Botol Ke Pedagang

Viral! 2 Preman Kampung Ngamuk Tak Diberi Miras, Rusak Kios hingga Lempar Botol Ke Pedagang

Viral! 2 Preman Kampung Ngamuk Tak Diberi Miras, Rusak Kios hingga Lempar Botol Ke Pedagang

Viral di media sosial, dua preman kampung mengamuk di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Pelaku yang sedang dalam kondisi mabuk, meminta miras hingga melempari botol minuman ke pedagang jamu.

Dalam video yang diunggah, akun Instagram @jakarta24update pada Sabtu (12/7/2025), aksi premanisme berawal saat kedua pelaku yang sedang dipengaruhi minuman keras mendatangi toko jamu.

Satu pria mengenakan sweater berwarna biru merah, satu pria lagi mengenakan topi dan kaos berwarna putih.

Keduanya tampak berbicara dengan penjaga toko sambil memenyon-menyonkan mulutnya dan bernada tak jelas, selayaknya orang dalam kondisi mabuk. Diduga, keduanya memalak penjaga toko untuk memberikan dua botol miras padanya.

Namun, si penjaga toko menyatakan untuk menunggu bosnya dahulu jika ingin meminta botol miras. Si pria yang memakai topi itu merasa tak terima dan langsung berkata dengan nada keras sambil mengambil botol minuman yang ada di etalase toko.

“Jika ingin meminta lebih harus menunggu bos mereka pemilik warung. Namun, diduga mereka tidak terima oleh penjelasan penjaga warung, akhirnya salah satu dari pelaku semakin mengamuk melempar botol bahkan sampai naik ke etalase sambil memecahkan beberapa botol,” tulis admin IG tersebut dikutip Okezone.

Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Polisi Kembali Olah TKP di Kamar Kos

Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Polisi Kembali Olah TKP di Kamar Kos

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi

Pihak kepolisian kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kematian Arya Daru Pangayunan (39), seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Tadi pagi, rekan-rekan kami dari penyelidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan olah TKP,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jumat (11/7/2025)

Ade Ary menjelaskan, bahwa dalam proses olah TKP ini, tim dari Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turut didampingi oleh tim kedokteran kepolisian, Inafis Bareskrim Polri, serta dokter dari RSCM yang sebelumnya melakukan autopsi terhadap jenazah ADP.

“Dalam proses kegiatan olah TKP tadi, kegiatan juga diamankan oleh personel dari Polsek Menteng dan Polres Metro Jakarta Pusat,” lanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini penyelidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap organ tubuh korban.

“Proses pemeriksaan patologi masih berlangsung. Prinsipnya, penanganan kasus ini akan kami lakukan sebaik mungkin,” tegasnya.

Mobil Patroli Polisi Dibawa Kabur WNA China di Jakpus, Kok Bisa?

Mobil Patroli Polisi Dibawa Kabur WNA China di Jakpus, Kok Bisa?

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono

Mobil patroli polisi dari unit laka lantas sempat dibawa kabur oleh Warga Negara Asing (WNA) China di Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Ketika itu pelaku terlibat kecelakaan dan dalam penanganan aparat kepolisian.

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan insiden bermula ketika si WNA terlibat dalam kecelakaan lalu lintas dan menabrak sebuah mobil Calya di jalur Busway, dini hari tadi. WNA China itu disebut dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol atau mabuk.

“Petugas datang ke lokasi untuk menangani korban dan kendaraan yang terlibat. Namun saat sedang proses evakuasi, pelaku yang dalam keadaan mabuk tiba-tiba mengambil alih mobil patroli polisi dan membawanya kabur,” kata Argo, Kamis (10/7/2025).

Tak lama setelah membawa kabur mobil patroli, pelaku kembali menabrak sebuah tiang listrik. Aksinya sontak mengejutkan warga sekitar dan para petugas yang sedang berada di lokasi kejadian.

“Ini bukan kasus pencurian. Jadi mobil tidak dicuri, tapi pelaku yang memang sebelumnya mengendarai mobil saat kecelakaan, tiba-tiba mengambil kendaraan petugas saat penanganan di tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Pelaku telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. Karena yang bersangkutan warga asing, proses penyelidikan akan melibatkan pihak imigrasi untuk koordinasi lanjutan.

“Saat ini masih proses pendalaman. Kami belum bisa merilis identitas lengkap pelaku, tapi yang jelas benar kejadian ini melibatkan seorang WNA asal China,” ucapnya.

Bareskrim Gelar Perkara Khusus Ijazah Palsu Jokowi Hari Ini

Bareskrim Gelar Perkara Khusus Ijazah Palsu Jokowi Hari Ini

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko


Bareskrim Polri dijadwalkan melakukan gelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Rabu (9/7/2025).

Sedianya, agenda gelar perkara khusus ini dilakukan pada Kamis, 3 Juli 2025 lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, permohonan gelar perkara khusus ini diajukan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) pada Senin, 30 Juni 2025. Kemudian, TPUA membuat surat permohonan pelibatan nama-nama dalam gelar perkara khusus tersebut pada Selasa, 2 Juli 2025.

“Dan memohon penjadwalan ulang gelar perkara khusus, sampai mereka mendapatkan kepastian atas nama-nama yang dilibatkan dalam proses gelar perkara khusus dimaksud,” kata Trunoyudo.

Trunoyudo menyebut, setidaknya ada empat nama yang telah diputuskan agar ikut dilibatkan dalam gelar perkara khusus. Seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), DPR RI, Pakar Telematika, Roy Suryo; dan akademisi sekaligus alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Rismon Hasiholan Sianipar.

“Maka, tindak lanjut itu untuk mengundang nama-nama dalam pelibatan gelar perkara khusus yang dimohonkan itu dilakukan ralat untuk dilaksanakan tanggal 9 (Juli 2025), karena harus mengundang, meminta untuk menghadirkan nama-nama yang diminta itu,” ujar Trunoyudo.